Logo

Health Info

Bahaya Kekurangan Kalium

Bahaya Kekurangan Kalium

Seorang mahasiswa dirawat dengan kelemahan dan kram otot setelah bermain futsal dalam waktu lama yg membuatnya mengeluarkan banyak keringat. Dia juga hanya minum air mineral saat bermain. Pada awalnya dokter yang merawat mengira dia menderita GBS suatu reaksi autoimun pasca-infeksi virus dengan gejala kelumpuhan tungkai bawah. Namun pemeriksaan elektrolitnya menunjukkan kadar Kalium di bawah nilai normal (Hipokalemia).

Seberapa pentingkah Kalium?

Menurut Dr. Samuel Oetoro, Sp.GK, MS, Kalium atau Potasium sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot. Kalium juga dimanfaatkan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang merupakan pengendali detak jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya.

Kalium ditemukan di hampir seluruh tubuh dalam bentuk elektrolit dan banyak terdapat pada saluran pencernaan. Sebagian besar Kalium tersebut berada di dalam sel, sebagian lagi terdapat di luar sel. Mineral ini akan berpindah secara teratur dari dan keluar sel, tergantung kebutuhan tubuh.

Di dalam tubuh, Kalium biasanya bekerja sama dengan Sodium atau Natrium (Na) dalam mengatur keseimbangan muatan elektrolit cairan tubuh. Keseimbangan ini dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan Kalium dari makanan dan jumlah Kalium yang dibuang.


SUMBER KALIUM

Cukup mudah memperoleh Kalium dari makanan sehari-hari. Kalium banyak ditemukan pada jeruk, pisang, kentang, alpukat, bayam, tomat, daging, susu, dan kacang-kacangan.

Namun tiga jenis makanan yg kandungan kaliumnya tertinggi adalah mollases, seaweeddan kurma (dates). Sedangkan air kelapa ternyata lebih banyak mengandung Kalium dari pada Natrium. Untuk membuat keseimbangan Kalium dan Natrium, kita dapat membubuhkan sejumput garam ke dalam air kelapa yang kita minum (isi air kelapa dalam sebutir kelapa muda sekitar 400 cc atau 2 gelas belimbing yang mengandung sekitar 400 mg Kalium).

Dalam keadaan normal, organ ginjal berperan menyesuaikan antara asupan dan jumlah Kalium yang dibuang tubuh. Sebagian besar Kalium dibuang melalui urin, walaupun ada juga yang keluar bersama tinja.


MUDAH LELAH

Hipokalemia ringan biasanya tidak menyebabkan gejala sama sekali. Kondisi yang lebih berat dapat mengakibatkan kelemahan fungsi otot dan tubuh mudah lelah. Kelemahan otot biasanya terjadi pada otot kaki dan tangan, tetapi kadang juga mengenai otot mata, otot pernapasan, dan otot untuk menelan. Kedua keadaan terakhir ini dapat berakibat fatal. Kondisi lemah otot ini dialami mereka yang sering kram di kaki jika terlalu banyak beraktivitas. Bahkan seorang pasien pernah sampai lumpuh krn kekurangan Kalium.
Oleh dokter pasien Hipokalemia ringan disarankan banyak makan pisang, atau minum jus jeruk dan air kelapa. Pada kondisi hipokalemia parah, sistem saraf juga mengalami gangguan dalam mengantarkan rangsangan. Yang lebih parah, meskipun jarang terjadi, Hipokalemia dapat menyebabkan masalah serius seperti detak jantung tak beraturan hingga berhentinya detak jantung.
Beberapa penelitian menyebutkan, orang yang kekurangan Kalium lebih berisiko terkena penyakit hipertensi, yang merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stroke. Kurang asupan Kalium mudah digantikan dengan mengonsumsi makanan sumber Kalium atau garam Kalium (kalium klorida) dengan cara ditelan (oral).
Pengobatan oral ini lebih mudah, tetapi karena Kalium dapat mengiritasi saluran pencernaan, hanya diberikan dalam dosis kecil. Pemberian 40-60 mEq dapat menaikkan kadar Kalium sebesar 1-1,5 mEq/L, sedangkan 135-160 mEq dapat menaikkan Kalium 2,5-3,5 mEq/L.

Pada Hipokalemia berat, Kalium bisa diberikan secara intravena. Hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya di rumah sakit, untuk menghindari kenaikan kadar Kalium yang terlalu tinggi. Konsentrasi Kalium dalam darah orang dengan Hipokalemia berat ini mesti diperiksa ulang secara periodik. Bila kondisi membaik, jenis pengobatan dapat diubah.


PENGGUNAAN PENCAHAR

Dijelaskan Dr. Samuel, kadar Kalium dalam darah orang normal 3,5-5 mEq/liter. Bila kurang dari itu dibilang kekurangan Kalium atau dikenal dengan istilah Hipokalemia. Pada umumnya orang jarang kekurangan Kalium. Perhatian khusus pada atlet yang membutuhkan asupan Kalium lebih banyak karena banyak mengeluarkan keringat.
Pengguna obat pencahar juga butuh asupan Kalium lebih untuk menggantikan Kalium yang hilang lewat kotoran. Begitu pula pemakai obat diuretik seperti HCT atau furosemid yang menimbulkan kehilangan Kalium bersama peningkatan jumlah air seni.


PENDERITA DIABETES DAN GAGAL GINJAL

Sebaliknya, orang yang mempunyai penyakit diabetes dan gagal ginjal disarankan tidak mengasup Kalium terlalu banyak. Ini karena tubuh mereka tidak dapat lagi secara normal memetabolisme mineral ini.
Ginjal yang normal dapat menahan Kalium dengan baik. Jika konsentrasi Kalium darah terlalu rendah, biasanya karena ginjal tidak berfungsi normal atau terlalu banyak Kalium yang hilang melalui saluran pencernaan akibat diare, muntah, penggunaan obat pencahar dalam waktu lama, atau polip di usus besar. Pada gagal ginjal bisa terjadi kenaikan kadar Kalium jika tubulus tidak mampu membuang kelebihannya ke dalam air seni.

Obat-obatan seperti insulin dan obat asma jenis albuterol, terbutalin, dan teofilin bisa meningkatkan perpindahan Kalium ke dalam sel dan mengakibatkan Hipokalemia. Namun, pemakaian obat-obatan ini jarang menjadi penyebab tunggal terjadinya Hipokalemia.

Sumber :
http://www.sinarharapan.co/sehat/read/19992/bahaya-kekurangan-kalium-
Deteksi 6 sinyal tubuh kurang kalium, di sini!
Kalium penting menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh dan mengatur fungsi jantung.
Anak-Anak Sampai Dewasa Rentan Meninggal Karena Kurang Kalium
Kekurangan kalium pada anak dan dewasa memang tidak bisa dianggap sepele.
5 Tanda Anda Kekurangan Kalium, Pernah Mengalaminya?
Seperti apa tanda-tanda yang diperlihatkan tubuh saat Anda kekurangan Kalium?
Taste before you season
Understand the package information